10
Okt
08

Studio Dengan Lampu Rumah

Artikel oleh: Riadi Rahardja (INOVA Photography School - Bandung)

Biasanya bila kita ingat kata “studio” maka kita akan ingat lampu kilat berukuran besar dengan bentuk aksesori yang bermacam-macam untuk membentuk cahaya. Kini dengan memanfaatkan fitur tertentu pada kamera digital saku serta bantuan perangkat lunak pengolah foto kita dapat membuat studio sederhana.

Studio ini dapat menghasilkan foto yang cukup baik, warna yang tepat serta murah dan mudah menggunakannya.

Kelebihan lampu kilat studio
Bagi orang yang sudah memahami, lampu kilat studio memberikan kemungkinan kreatif yang sangat banyak.

Diantaranya adalah, warna yang dihasilkan standar, hampir tidak perlu usaha tambahan untuk mendapat warna yang tepat, kemudian dapat menggunakan kecepatan rana yang cukup tinggi sehingga meminimakan kemungkinan goyang.

Ketidaksesuaian lampu kilat studio dengan kamera digital saku
Untuk menyalakan lampu kilat dibutuhkan pemicu/trigger yang dihubungkan pada kamera. Sebagian besar kamera digital saku tidak memiliki kemampuan ini. Pemicu dengan menggunakan lampu kilat pada kamera seringkali tidak sinkron dengan lampu kilat studio.

Dibutuhkan setting manual pada kamera agar intensitas cahaya lampu kilat dapat disesuaikan dengan kebutuhan porsi cahaya pada kamera.

Banyak kamera digital saku hanya memiliki fasilitas otomatis, program dan “scene”. Bila ada, maka diafragma terkecil biasanya hanya “8” atau “11” angka ini adalah kemungkinan yang sangat terbatas bagi pemotretan studio biasa.

Lampu Rumah sebagai pilihan membuat studio sederhana
Lampu Rumah, dalam hal ini menggunakan lampu neon / fluorescent dapat menjadi pilihan karena mudah didapat dan dengan biaya yang relatif murah. Lampu rumah yang menyala terus menerus (continuous) tidak memerlukan pemicu agar menyala.

Efek dari lampu yang menyala terus menerus (continuous) dapat langsung terlihat (What You See Is What You Get / WYSYWYG) berbeda dengan lampu kilat, efek intensitasnya baru terlihat setelah lampu kilat menyala.

Kelemahannya adalah :

  • Intensitas cahaya yang kurang sehingga memerlukan kecepatan rana yang rendah yang dapat menghasilkan efek goyang.
  • Warna tidak standar, cenderung hijau, biru atau kuning.
  • Sulit menggunakan aksesori untuk membentuk cahaya.

Solusi

  • Intensitas cahaya yang kurang diatasi dengan memasang alat bantu sehingga dapat menggunakan beberapa lampu secara berdampingan.
  • Warna yang tidak standar dapat diatasi dengan :
  1. Menggunakan White Balance (WB) terdekat kemudian menggeser variabelnya kearah “+” atau “-“.
  2. Menggunakan Preset White Balance, kamera yang memiliki fasilitas ini biasanya memiliki cara tersendiri untuk melakukan preset.
  3. Menggunakan software pengolah foto, seperti Adobe Photoshop, GIMP, atau Jasc PaintShop Pro.
  • Ketiadaan sistem untuk memasang aksesori pembentuk cahaya dapat diatasi dengan menggunakan holder untuk lampu kilat AC Slave. Holder ini memungkinkan untuk memasang payung sebagai aksesori pembentuk cahaya.

1 Tanggapan ke “Studio Dengan Lampu Rumah”


  1. November 7, 2008 pukul 12:17 am

    Saya pake bbrp lampu rumah utk mini-studio koq
    Yach memang jgn terlalu dibandingkan dgn lampu studio
    Tp kalo mo di-eksplorasi lagi hasilnya ternyata OK jg koq
    Hehehe . . .


Tinggalkan Balasan